Jejak pengalaman belajar dan sharing IT saya, semua tertuang disini.
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Materi belum tersedia
Mahasiswa mampu melakukan instalasi Laravel menggunakan Composer, membuat project Laravel baru, menjalankan aplikasi Laravel, memahami struktur file hasil instalasi, serta melakukan testing project Laravel pertama.
Composer adalah dependency manager untuk PHP yang digunakan untuk mengelola library dan package pada project PHP.
Composer memungkinkan developer:
Laravel menggunakan Composer sebagai tools utama instalasi framework.
Composer digunakan untuk:
Buka CMD atau Terminal:
composer -V
Contoh hasil:
Composer version 2.8.1
Jika muncul versi Composer, maka Composer berhasil terinstall.
Format command:
composer create-project laravel/laravel nama_project
Contoh:
composer create-project laravel/laravel belajar-laravel
Penjelasan:
Saat command dijalankan:
Proses membutuhkan koneksi internet.
Jika berhasil maka muncul:
Pastikan:
Masuk ke folder penyimpanan project:
Contoh:
cd htdocs
Kemudian jalankan:
composer create-project laravel/laravel project-pertama
Setelah selesai akan terbentuk folder:
project-pertama/
Isi project Laravel berada di dalam folder tersebut.
Masuk ke folder project:
cd project-pertama
Buka menggunakan VS Code:
code .
Beberapa file penting:
Laravel Artisan adalah command line interface (CLI) bawaan Laravel yang digunakan untuk membantu proses development.
Artisan digunakan untuk:
Masuk ke folder project:
cd project-pertama
Jalankan command:
php artisan serve
Jika berhasil maka muncul:
INFO Server running on [http://127.0.0.1:8000].
Laravel sekarang dapat diakses melalui browser.
Buka browser:
http://127.0.0.1:8000
Maka akan tampil halaman welcome Laravel.
Tekan:
CTRL + C
Pada terminal atau CMD.
Laravel memiliki struktur folder yang rapi dan terorganisir untuk memudahkan development.
| Folder | Fungsi |
|---|---|
| app | Tempat logic aplikasi |
| routes | Routing aplikasi |
| resources | View dan asset |
| public | File public website |
| config | Konfigurasi aplikasi |
| database | Migration dan seeder |
| storage | File cache dan log |
| vendor | Dependency Composer |
Folder app digunakan untuk:
Berisi:
Digunakan untuk mengatur URL aplikasi.
Contoh:
Route::get('/', function () {
return view('welcome');
});
Digunakan untuk:
Merupakan folder yang diakses browser.
Berisi:
Berisi:
Folder ini dibuat otomatis oleh Composer.
Testing dilakukan untuk memastikan:
Buka browser:
http://127.0.0.1:8000
Jika muncul halaman Laravel, maka project berhasil dijalankan.
Buka file:
resources/views/welcome.blade.php
Ubah isi menjadi:
<h1>Hello Laravel</h1>
Simpan file.
Reload browser.
Jika berhasil maka tampil:
Hello Laravel
Buka file:
routes/web.php
Tambahkan:
Route::get('/halo', function () {
return 'Halo Mahasiswa SI';
});
Buka browser:
http://127.0.0.1:8000/halo
Jika berhasil maka muncul:
Halo Mahasiswa SI
composer create-project laravel/laravel latihan-laravel
cd latihan-laravel
php artisan serve
Buka:
resources/views/welcome.blade.php
Tambahkan pada:
routes/web.php
Kode:
Route::get('/test', function () {
return 'Laravel Berhasil';
});
Laravel menyediakan proses instalasi yang mudah melalui Composer dan memiliki struktur folder yang terorganisir. Dengan memahami cara membuat project, menjalankan server development, serta melakukan testing dasar, mahasiswa dapat mulai membangun aplikasi web menggunakan Laravel secara sistematis dan profesional.